Tower Sapphire di Cisauk Point Gelar Tutup Atap, Serah Terima Akhir 2021

0 1

PojokProperti.Com, (TANGERANG) — PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah menyelesaikan tahapan pembangunan struktur utama Tower Sapphire, menara hunian pertama di Cisauk Point, Cisauk, Tangerang. Pelaksanaan topping off (penutupan atap) dilakukan secara daring, Sabtu (31/7/2021).

Direktur Utama PT ACP, Rizkan Firman dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pelaksanaan pembangunan yang sesuai target menjadi fokus dalam meningkatkan kepercayaan konsumen.

Baca Juga: Mulai Dibangun, Apple5 Condovilla Hadirkan Nuansa Villa Tengah Kota Jakarta

“Seperti halnya topping off Tower Sapphire Cisauk Point, kolaborasi kami bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini adalah bukti komitmen kami dalam menepati janji kepada para konsumen. Meski dalam situasi pandemi COVID-19 dengan segala tantangannya, kami tetap menyelesaikan pembangunan Tower Sapphire Cisauk Point tepat waktu,” ujar Rizkan.

Cisauk Point merupakan proyek mixed-use dan high rise berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengembangkan lahan 1,65 hektar di kawasan Cisauk, Tangerang. Proyek ini merupakan salah satu dari 11 proyek TOD yang sedang dijalankan oleh PT ACP.

“Semua proyek kami menyatu dengan fasilitas transportasi massal, yang beberapa saat ke depan akan sangat tinggi nilai investasinya karena akan menjadi tren yang sangat diminati dalam pemilihan tempat tinggal,” sambung Rizkan.

Baca Juga: Data Yang Akurat Itu Harga Mati

Sementara itu, Didiek Hartantyo, Direktur Utama PT KAI mengucapkan selamat kepada PT ACP karena telah melaksanakan topping off Cisauk Point, dimana hal tersebut menandakan pembangunan tower Cisauk Point telah memasuki tahap penyelesaian.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar sejak dimulainya kerja sama ini, pada bulan November 2017 lalu. Progress pembangunan telah dilakukan secara tepat waktu dan saya secara pribadi mengapresiasi atas pencapaian ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Didiek juga mengungkapkan bahwa ke depannya, PT KAI akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan di stasiun-stasiun dengan mengembangkan konsep hunian berorientasi transit yang sejenis, di mana stasiun akan menjadi simpul integrasi antarmoda sehingga memudahkan penghuni dapat bermobilisasi.

“Jika hal ini dapat dilakukan di seluruh kawasan stasiun yang ada di kawasan Jabodetabek, maka stasiun tidak hanya sebagai tempat untuk naik turun penumpang, namun juga dapat menjadi tempat yang nyaman, aman, dan terkoneksi dengan kawasan lainnya, sehingga menjadi lifestyle baru. Dengan demikian dapat mendukung program Pemerintah agar masyarakat beralih untuk menggunakan transportasi umum. Sehingga harapannya kemacetan yang ada di wilayah Jabodetabek dapat teratasi dan kita dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersahabat,” ungkap Didiek.

Baca Juga: CoHive Hadirkan Ruang Kerja Satelit di Mall Bella Terra

Sebagai proyek properti sinergi dua BUMN, Cisauk Point diyakini merupakan pilihan investasi yang sangat tepat. Hal itu dikemukakan oleh pengamat properti Ali Tranghanda, yang juga CEO Indonesia Property Watch, dalam acara Expert Talk – Virtual Topping Off Cisauk Point, di hari yang sama.

Menurutnya, Cisauk Point betul-betul mengadaptasi konsep TOD di mana lokasinya tepat menempel dengan Stasiun Cisauk.

“Proyek ini adalah kolaborasi Adhi Commuter Properti dengan PT KAI. Sebagai BUMN, komitmen mereka pasti tinggi. Berdasarkan pengamatan saya, Cisauk Point adalah satu-satunya hunian yang memang betul-betul berbasis TOD karena menempel dengan Stasiun commuter line Cisauk. Selain itu terhubung juga dengan intermoda BSD dan terminal bus. Kondisi kelebihan-kelebihan inilah yang tidak ada di tempat lain. Semua hunian yang berbasis TOD, secara nilai pasti akan naik dan secara sewa akan lebih tinggi dibandingkan hunian yang tidak berbasiskan TOD,” tandas Ali.

Serah Terima

Topping Off Tower Sapphire Cisauk Point
Tower Sapphire dipasarkan sejak Agustus 2019, kini terjual hingga 90 persen./ dok. ACP

Karena letaknya yang menempel dengan Stasiun Cisauk, demi memberikan kenyamanan bagi para penglaju yang tinggal di Cisauk Point dalam mengakses KRL, maka disediakan jalur pedestrian yang dilengkapi dengan taman kota sepanjang 200 meter. Terlebih lagi, pembangunan jembatan dari Stasiun Cisauk ke Cisauk Point yang sudah mencapai 95%. Hal tersebut dijelaskan oleh Project Director Cisauk Point, Teguh Waskitha.

Baca Juga: Digital Hub Goes to Campus, Sinar Mas Land Gandeng Google dan Sederet Perusahaan Teknologi

Selain berlokasi strategis, terletak selangkah dari BSD City dilengkapi segala fasilitas kota, Teguh menambahkan, Cisauk Point juga dilengkapi pula dengan co-working space, swimming pool, dan fitness area.

Selain itu, Cisauk Point berdekatan dengan area komersial dan pendidikan, seperti Pasar Modern Intermoda, Indonesia Convention Exhibition, AEON Mall, The Breeze, Unika Atma Jaya, dan Universitas Prasetiya Mulya.

Teguh memaparkan bahwa Cisauk Point akan dikembangkan menjadi enam tower yang terdiri dari empat tower non subsidi, yakni Sapphire, Amethyst, Ruby, dan Diamond dengan tinggi 24 lantai sebanyak 2.001 unit, dan dua tower bersubsidi, yakni Jasper dan Agate dengan tinggi 19 lantai sebanyak 640 unit, juga terdapat area komersial.

“Khusus Tower Sapphire, tower pertama yang dibangun dan dipasarkan sejak Agustus 2019 mendapatkan respons sangat positif dengan berhasil terjual hingga 90 persen,” paparnya.

Baca Juga: Bangun Rumah Ramah Badai di NTT, Habitat Indonesia Gelar Konser Amal “NTT adalah Kita”

Setelah topping off dan serah terima Tower Sapphire, sambung Teguh, akan melanjutkan pembangunan tower kedua yaitu Amethyst. Sesuai rencana, Tower Amethyst dengan jumlah 559 unit mulai dibangun pada triwulan 3 tahun 2022, dan selesai pada akhir tahun 2024.

Sumber Berita

Leave A Reply

Your email address will not be published.