Pembangunan Infrastruktur Butuh Teknologi Tepat Guna

0 2

PojokProperti.Com, ( JAKARTA)  –  Pembangunan infrastruktur di berbagai daerah yang masif hanya akan berhasil apabila ditopang oleh inovasi dan teknologi terbaru di bidang konsutruksi. Hal ini dikemukakan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang mengatakan  inovasi dan teknologi diperlukan dalam pembangunan infrastruktur untuk menjadi lebih cepat, akurat, efisien dan lebih berkualitas.  “Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif akan menciptakan nilai tambah  sehingga manfaatnya dapat dirasakan generasi mendatang,” kata Basuki.

Pada tahun 2020-2024 Kementerian PUPR telah menetapkan target prioritas pembangunan infrastruktur. Di bidang sumber daya air di antaranya  61 bendungan di seluruh Indonesia dan jaringan irigasi untuk 500 ribu Hektar daerah irigasi. Bidang konektivitas di antaranya pembangunan  2.500 km jalan tol baru dan 3.000 km jalan nasional baru.

Di bidang permukiman, direncanakan peningkatan akses air minum layak menjadi 100 persen, peningkatan akses sanitasi layak menjadi 90 persen, dan pembangunan serta rehabilitasi 5.500 unit prasarana dan sarana pendidikan, olahraga, dan pasar. Sedangkan untuk perumahan, Program Sejuta Rumah akan terus dilanjutkan melalui berbagai pola penyediaan dan pembiayaan perumahan yang lebih inovatif.

Menurut Endra S. Atmawidjaja, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Kementerian PUPR terus mengembangkan dan  memanfaatkan teknologi dalam di bidang konstruksi. Beberapa teknologi tersebut yakni Drip Irrigation dan Big Gun Sprinkler yang merupakan bentuk inovasi dalam sistem penyediaan air baku mandiri dan sistem irigasi untuk kawasan yang relatif sulit air. Dengan teknologi ini air dapat dimanfaatkan secara efisien untuk mendukung produksi pertanian yang lebih optimal. Teknologi ini telah digunakan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Sumatera Utara dalam rangka pengembangan Food Estate.

Di bidang konektivitas tengah dikembangkan Multi Lane Free Flow (MLFF) yakni teknologi untuk meningkatkan layanan jalan tol antara lain dengan sistem transaksi tol nirsentuh. Sistem MLFF merupakan kelanjutan dari proses elektronifikasi yang sudah berlangsung sejak 2017 silam dan akan diterapkan secara bertahap mulai 2021 ini (pengurangan gerbang tol, registrasi pengguna kendaraan, hingga penghapusan gerbang tol).

Adapun di bidang permukiman di antaranya Teknologi Waste to Energy (W2R) yang merupakan teknologi pengolahan sampah dengan incinerator untuk mengkonversi material padat menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Saat ini sedang dikembangkan di Balikpapan, (Kaltim), Suwung (Badung, Bali) dan Banjar Bakula (Kalsel). Di bidang perumahan di antaranya Rusun Pracetak Modular yang sudah digunakan di pembangunan Rusun ITB Jatinangor.

Pejabat Fungsional Perekayasa Ahli Utama, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, inovasi dan teknologi yang telah dikembangkan juga harus didukung oleh pengembangan sumber daya manusia (SDM).  Untuk itu Kementerian PUPR telah mengembangkan Program Magister Super Spesialis sejak 2020 untuk bidang teknik dan  sedang menyiapkan Program Magister Super Spesialis non teknik. Dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi yang diiringi dengan peningkatan kualitas SDM konstruksi diharapkan dapat mempermudah, mempercepat serta meningkatkan kualitas dan kehandalan dalam penyediaan infrastruktur di Indonesia.

Sementara itu Iwan Suprijanto, Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi Building Information Modelling (BIM) semakin diperluas dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur, khususnya pada bidang bangunan gedung. Belasan proyek sudah memanfaatkan BIM mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga audit pembangunan. BIM bukan sekedar penerapan teknologi yang inline dengan industri 4.0, tetapi perubahan mindset yang diutamakan untuk pembangunan infrastruktur yang lebih cepat, akurat, efisien dan berkualitas.

Sumber Berita

Leave A Reply

Your email address will not be published.