Kebun Kembang Asri, Rumah Subsidi di Karawang yang Tetap Moncer

0 15

PojokProperti.Com, (JAKARTA) — Pandemi Covid-19 memang telah menghantam hampir seluruh lini bisnis di Indonesia, termasuk properti. Namun, bagi PT Praja Sakti Propertindo – pengembang perumahan Kebun Kembang Asri di koridor timur Jakarta – imbas pandemi sepertinya tidak begitu terasa, lantaran penjualan masih berjalan seperti biasa.

Grace Ekaputri, Direktur PT Praja Sakti Propertindo menuturkan, penjualan hunian subsidi di proyek Kebun Kembang Asri yang berada di Karawang masih tetap berjalan baik, di sepanjang 2020 lalu.

Baca Juga: Kementerian PUPR Salurkan Bantuan PSU Rumah Subsidi di Sumbar

Menurutnya, Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar masih cukup stabil dalam hal aktivitas produksinya. Apalagi ditopang dengan UMR karyawan yang juga besar.

“Jujur, sepanjang 2020, selama satu tahun itu, kami tidak begitu terdampak, seperti yang terjadi pada rumah komersil dengan harga Rp200 atau Rp300 jutaan yang sangat menggoyang. Kalau rumah subsidi sendiri memang lebih bergantung kepada kuota dari pemerintah,” ujar Grace beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan penjualan di 2019 yang seret lantaran kuotanya habis. Sementara di tahun 2020 justru penjualannya lebih baik.

“Justru di 3 bulan terakhir ini sepertinya agak mulai terasa berat. Mungkin ada pabrik-pabrik yang mulai melakukan pengurangan karyawan atau pengurangan jam lembur, sehingga daya belinya berkurang. Tetapi masih berjalan,” terangnya.

Baca Juga: Bantuan Subsidi Perumahan Ditarget 222.876 Unit di 2021

Namun demikian, Grace tetap optimis, penjualan hunian di proyeknya Kebun Kembang Asri 2 tetap akan berjalan sebagaimana yang ditargetkan.

“Tentunya dengan beberapa strategi yang akan kami terapkan,” lanjut Grace.

Untuk ini pula, Grace menyarankan agar pemerintah juga memberikan stimulus untuk kantong-kantong industri agar aktivitas produksi tetap berjalan lancar dan imbasnya terhadap perumahan sekitar yang rata-rata adalah perumahan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

“Berikutnya menurut saya, akan jauh lebih bagus jika pemerintah juga bisa punya bank tanah yang memang sudah diplot untuk rumah subsidi. Kondisi saat ini pengembangnya itu disuruh berburu sendiri, tetapi harga jual justru dipatok,” katanya.

Baca Juga: Program Sejuta Rumah Capai 164.071 Unit di Triwulan 1/2021

Dia menggambarkan, dalam setahun rata-rata harga tanah naik 20 persen, sementara harga rumah naiknya paling tinggi 5 persen.

“Sebenarnya paling bagus adalah pemerintah patok harga tanah, kalau memang itu tidak bisa maka sebaiknya beli tanah jadi bank tanah,” tegasnya.

Grace Ekaputri
Grace Ekaputri, Direktur PT Praja Sakti Propertindo. (dokpri)

Kebun Kembang Asri

Salah satu proyek rumah tapak yang saat ini sedang dikembangkan PT Praja Sakti Propertindo adalah Kebun Kembang Asri di Karawang, Jawa Barat.

Proyek rumah subsidi yang mulai dibangun sejak 2016 tersebut dikembangkan di lahan seluas 20 hektar dari total potensi pengembangan hingga 34 hektar.

Lokasinya strategis, di antara kawasan industri Bukit Indah City dan Pupuk Kujang. Dekat dengan pasar dan pusat perbelanjaan, rumah sakit, juga fasilitas pendidikan.

Pengembang akan membangun sebanyak 1.700 unit rumah, dimana 700 unit pada tahap pertama dan 1.000 unit lainnya di tahap kedua.

Baca Juga: Wow, Hanya 75 Hari Bangun Rumah Teknologi Precast M Panel di Jakarta Garden City

“Sebanyak 50 persen adalah rumah subsidi, 30 persen semi komersil, dan sisanya townhouse juga rukan atau ruko,” terang Grace.

Adapun tahap pertama sebanyak 700 unit rumah sudah sold out, baik subsidi maupun komersil. Hingga pertengahan 2020 lalu, tingkat huniannya berkisar antara 85-90 persen.

Sedangkan untuk pengembangan tahap kedua, sebanyak 300 unit rumah subsidi sudah terjual, dimana 230 unit sudah akad.

Perumahan ini dibangun dengan tetap memperhatikan kualitasnya. Sebut saja dinding antar perumahan yang dibangun ganda, kemudian plafon gypsum, bahkan diklaim pertama di kawasan Cikampek, dan harganya sudah pasti terjangkau.

Baca Juga: Ambil Alih Proyek Izzara, Begini Komitmen TJS Group

Sementara untuk properti non subsidi dijual dengan kisaran harga mulai Rp250 jutaan untuk semi komersil, kemudian mulai Rp300 jutaan untuk komersil, serta rukan dijual mulai Rp399-500 jutaan.

“Penjualan rumah semi komersil di beberapa blok sudah dibuka, juga sudah mulai dihuni. Tahun 2021 ini kami buka penjualan rumah Rp250 jutaan yang baru di-launching,” ungkap Grace.

Beberapa tipe hunian yang dipasarkan, yakni 27/60, 30/60, 30/72, 36/72, 45/84 dan beberapa tipe lainnya.

Secara keseluruhan, Grace bilang, progress pengembangan proyek Kebun Kembang Asri hingga akhir 2020 telah mencapai 37 persen dari total kapitalisasi proyek.

Baca Juga: Sukses Tahap Pertama, Paramount Land Pasarkan Nara Village ‘The Jewel of Nara’

Perumahan Kebun Kembang Asri
Kebun Kembang Asri, perumahan subsidi yang dikembangkan oleh PT Praja Sakti Propertindo di Karawang, Jawa Barat. (dok. PT PSP)

Pada tahun ini, pihaknya menargetkan progress pengembangannya, baik progres pembangunan juga akad akan mencapai 75 persen.

“Target kami akan rampung seluruhnya di kuartal I tahun 2023. Sementara untuk 14 hektar lahan sisanya, saat ini masih terus lanjut proses pembebasan, sehingga proses pembangunannya paling cepat di akhir 2022,” kata Grace.

Baca Juga: Ramadan Shopping Surprise di Summarecon Mall Bekasi, Yuk Belanja!

Selain di Karawang, pengembang juga berencana akan mengembangkan beberapa proyek lain, yang juga masih berada di koridor timur Jakarta.

Sumber Berita

Leave A Reply

Your email address will not be published.