Horee ! Konstruksi Bendungan Marangkayu Telah Beres

0 4

 

PojokProperti.Com, (KUTAI)  –  Tidak perlu bosan kalau mendengar ada lagi bendungan yang bisa dimulai diisi air (impounding), selesai tahap kontruksinya atau baru pemasangan tiang pancang. Harap maklum,  banyak daerah butuh bendungan untuk meningkatkan kapasitas pertanian, dan kebutuhan air. Wabah pandemi sekalipun tidak mampu membendung gairah untuk membangun bendungan. Kali ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan pembangunan Bendungan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Bendungan Marangkayu, dengan kapasitas tampung 12,37 juta m3, masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan air. Bendungan  dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) BWS Kalimantan IV Samarinda, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan memanfaatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Marangkayu yang memiliki luas DAS sekitar 243 km2.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, potensi air di Indonesia cukup tinggi sebesar 2,7 triliun m3/tahun. Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar m3/tahun, dengan sekitar 222 miliar m3/tahun dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi.  “Untuk itu dilaksanakan pembangunan bendungan yang diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” ujar Basuki.

Bendungan Marangkayu diproyeksikan untuk  pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI)  Marangkayu yang memiliki luas potensi lebih dari 3 ribu hektar dengan luas yang tergarap saat ini sekitar 1300 hektar dengan sistem tadah hujan dan irigasi desa. Konsep rencana pengembangan D I Marangkayu sesuai kondisi karakteristik daerah adalah dengan merencanakan sistem jaringan irigasi teknis. Kebutuhan air irigasinya disuplai dari bendungan yang memanfaatkan aliran sungai Marangkayu, sehingga diharapkan meningkatkan jumlah masa panen dalam satu tahun.

Bendungan Marangkayu akan dimanfaatkan untuk mengaliri lahan irigasi seluas 1.500 hektar, sumber air baku 450 liter/detik, serta untuk pengendalian banjir dan potensi pariwisata. Biaya konstruksinya berasal dari APBN Rp63,03 miliar dengan kontraktor pelaksana PT  Waskita Karya (persero) – PT Brantas Abipraya untuk pembangunan spillway dan untuk tubuh bendungan menggunakan dana APBD Provinsi Kaltim dan dikerjakan oleh Dinas PU Provinsi Kaltim.

 

Sumber Berita

Leave A Reply

Your email address will not be published.