Horee, Kendari Waterfront City Tempat Wisata Baru

0 0

 

PojokProperti.Com, (KENDARI)  –   Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  telah menyelesaikan penataan kawasan kumuh Bungkutoko dan Petoaha di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh (NSUP) yang berada di pesisir pantai tersebut menjadi destinasi wisata baru kebanggaan masyarakat Kota Kendari dengan konsep waterfront city untuk wisata air.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, penataan kawasan tepi sungai tidak hanya memperbaiki fisik infrastrukturnya, tapi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungannya. Hal ini dimungkinkan karena perencanaan dilakukan bersama dengan pemerintah kota dan masyarakat. “Untuk pemanfaatan selanjutnya tinggal bagaimana peran pemkot untuk pemberdayaan masyarakatnya sehingga dapat mengembangkan potensi kawasan tersebut,” ujar Basuki.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae dalam kunjungannya didampingi Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mennyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang begitu perhatian terhadap proyek-proyek padat karya yang mengubah kekumuhan menjadi keindahan.

Menurut Ridwan, program-program seperti ini menjadi harapan masyarakat karena dampaknya langsung dirasakan.  Harapannya kawasan ini dipelihara dengan baik, terutama bagi pemerintah kota setelah dilakukan serah terima aset. “Satu catatan supaya drainasenya diperbaiki agar tidak terjadi genangan di saat hujan,” kata Ridwan.

Sementara itu Endra S. Atmawidjaja mengatakan, kawasan yang kini dikenal dengan nama Kendari Waterfront City tersebut telah menjadi destinasi wisata baru yang tidak hanya dinikmati oleh warga Kota Kendari. “Warga dari kota atau kabupaten lain di Sultra juga dapat berkunjung karena aksesnya sudah lebih mudah sejak adanya Jembatan Teluk Kendari,” ujarnya.

Endra menyatakan untuk selanjutnya paling penting adalah terkait pemeliharaan. Karena menurutnya ruang publik ini harus bersih, nyaman, dan rindang. “Untuk itu harus disediakan tempat sampah yang memadai di setiap sudutnya agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan dan juga tempatkan petugas kebersihan,” pesannya.

Penataan kawasan kumuh Bungkutoko dan Petoaha mencakup lahan seluas 31 hektar dengan anggaran APBN sebesar Rp39,6 miliar. Pelaksanaannya terbagi menjadi dua yakni untuk Kawasan Bungkutoko dilakukan kontraktor PT Karya Syarnis Pratama senilai Rp23 miliar. Sedangkan penataan Kawasan Petoaha dilakukan kontraktor PT Indopenta Bumi Permai dengan anggaran sebesar Rp16,6 miliar.

Untuk pekerjaannya sendiri dilakukan kegiatan berupa penataan ruang terbuka hijau (RTH), pembangunan jalan lingkungan sepanjang 245 meter, pembangunan Water Front City  sepanjang 697,16 meter, drainase, dan jalan titian kramba sepanjang 320 meter. Selanjutnya juga dibangun Tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS 3R), duiker plat, tambatan perahu, empat unit tempat duduk, dan jalan paving block.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber Berita

Leave A Reply

Your email address will not be published.