Gandeng Ananda Sukarlan, Habitat Sukses Galang Dana untuk Bangun Rumah di NTT

0 1
– Advertisement –

728 x 90-Banner Grand Wisata

PojokProperti.Com, (JAKARTA) — Setelah berhasil menyelenggarakan konser amal virtual “NTT adalah Kita” Agustus lalu, Habitat Indonesia kembali sukses menggelar Charity Auction bersama pianis dan komponis kebanggaan Indonesia Ananda Sukarlan dan para musisi muda, Kadek Ari Ananda dan Michael Abimanyu.

Acara tersebut diadakan secara non-virtual dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Jumat, 29 Oktober bertempat di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta.

Baca Juga: Adopsi Kampung Bebulak di Tangerang, Lautan Luas Gandeng Habitat Indonesia

Charity Auction bertajuk “Song for Hope” itu merupakan penggalangan dana tahap kedua yang bertujuan untuk melanjutkan pembangunan rumah layak huni bagi keluarga-keluarga penyintas Badai Siklon Tropis Seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur awal April 2021.

Acara tersebut disambut baik oleh Duta Besar Polandia, Beata Stoczynska yang hadir secara langsung di lokasi. Anggota Indonesia Development Council, yakni Edwin Soeryadjaya dan Hilmi Panigoro juga hadir bersama-sama dengan beberapa pengusaha terkemuka. Bahkan Hilmi Panigoro secara virtual menyampaikan sambutannya.

Susanto Samsudin, Direktur Nasional Habitat Indonesia dalam sambutannya menyampaikan “Charity Auction ini digelar untuk menggalang dana yang lebih banyak guna melanjutkan pembangunan kembali NTT pasca bencana.”

Keluarga-keluarga penyintas Badai Siklon Tropis Seroja di NTT yang kehilangan tempat tinggal masih harus berjuang tinggal dan menjalani kehidupan di tempat pengungsian seperti gubuk, tenda, maupun bangunan yang kurang layak lainnya.

Baca Juga: Akhir 2021 Pengendali Banjir di KEK Mandalika Diharapkan Selesai

Makanan, air bersih, dan tempat berlindung agar terhindar dari penularan virus di masa pandemik ini sangat sulit mereka dapatkan.

“Kita sama-sama tahu bahwa ada ribuan keluarga yang kehilangan maupun kerusakan rumah akibat badai. Konser amal NTT adalah Kita yang berhasil mengumpulkan dana hampir 1 miliar rupiah hanya bisa melayani ratusan keluarga yang mana pembangunannya sudah berjalan sejak bulan lalu,” ungkap Susanto.

Namun, kata dia, masih ada ribuan lainnya yang belum mendapatkan rumah layak huni, sementara rumah merupakan komponen dasar untuk mereka bisa bangkit dan pulih lebih cepat terlebih di masa pandemi yang mengharuskan “stay at home”.

“Melalui Charity Auction ini, kiranya akan lebih banyak lagi keluarga-keluarga penyintas Badai Siklon Tropis Seroja di NTT yang dapat dilayani,” tambah Susanto.

Baca Juga: Pengusaha Properti Australia Kelahiran Indonesia Luncurkan SharedListing untuk Penjualan Properti Indonesia

Pianis dan komponis Ananda Sukarlan mengungkapkan “Konser kali ini sesuatu yang spesial bagi saya karena untuk pertama kalinya saya tampil live di masa pandemi dan merupakan konser pertama saya sejak pulih dari Covid-19 yang penyembuhannya cukup lama.”

Tampil memukau dengan busana bernuansa batik yang disponsori oleh Alleira Batik, Sang Maestro membuka konser lelang dengan penampilan pertama membawakan secara perdana karya piano ‘Variations on Ibu Sud’s ‘Pergi Belajar’.

Kondisi Sang Maestro yang baru pulih dari Covid-19 itu belum memungkinkannya membawakan ketiga karyanya sehingga ia mempercayakan persembahan kedua permainan Rapsodia Nusantara No. 35 kepada Michael Abimanyu yang memenangkan Ananda Sukarlan Award tahun lalu.

“Rapsodia ini membutuhkan stamina yang cukup prima yang saya belum punya saat ini. Saya tidak menyesal sama sekali dengan pilihan saya karena Michael dapat membawakannya dengan sangat baik,” tutur Ananda.

Baca Juga: Maksimalkan Layanan Transportasi di BSD City, Mitbana dan Sinar Mas Land Hadirkan Solusi Smart Mobility

Penampilan ketiga kembali dibawakan Ananda Sukarlan berduet dengan penyanyi bariton Kadek Ari Ananda dalam lagu “Sinar itu Dekat” dari puisi Ir. Soekarno dalam bukunya “Di Bawah Bendera Revolusi”.

Ananda sendiri merasa Charity Auction ini sangat membawa berkah dan berhasil menggalang dana hampir Rp1 miliar yang tentunya diluar perkiraan.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak, para pendonor, sponsor, dan tentu Habitat for Humanity Indonesia yang telah sukses menyelenggarakan konser dengan protokol kesehatan yang cukup rumit ini.”

Karya “Pergi Belajar – Ibu Sud” berhasil diraih Edwin Soeryadjaya sebagai penawar tertinggi pada acara lelang itu, Edwin Soeryadjaja merupakan pengusaha terkemuka di Indonesia, Chairman of PT Saratoga Investama Tbk.

Baca Juga: Mampukah Emisi Gas Rumah Dikurangi Lewat Pembangunan Infrastruktur?

Sementara 2 karya terakhir yakni “Rapsodia Nusantara No.35” dan “Sinar itu Dekat” berhasil diraih Hilmi Panigoro, sebagai penawar tertinggi. Hilmi Panigoro merupakan Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional.

Selain melalui lelang lagu karya Ananda Sukarlan, Susanto menuturkan bahwa penggalangan dana malam itu juga diperoleh dari donasi melalui QR Code dan pengisian pledge form oleh tamu.

“Hasil penggalangan dana Charity Auction akan kami implementasikan untuk menambah membangun rumah lebih banyak lagi bagi keluarga penyintas korban badai di NTT yang sedang dibangun sebelumnya hasil dari konser amal “NTT adalah Kita” dan dari penggalangan dana lainnya,” papar Susanto.

Baca Juga: Summarecon Bandung Kian Strategis dengan Hadirnya Summarecon Mall Bandung

Dalam realisasi pembangunannya, Habitat Indonesia telah menurunkan tim lapangan yang berkoordinasi dengan Komite Lokal yang melakukan penilaian awal atas daerah terdampak, asesmen kebutuhan, pendistribusian alat kebersihan, pembangunan rumah permanen, dan pelatihan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Semua tahapan itu ditargetkan selesai dalam kurun waktu 15 bulan.

– Advertisement –

Sharp 300 x 250 Nov 2021

Sumber Berita

Leave A Reply

Your email address will not be published.