Apersi Ingatkan PPDPP Kearifan Lokal dan Kontur Tanah Setiap Daerah Berbeda

Aplikasi Sipetruk Harus Bawa Manfaat Bagi Semua Pihak

0 9

 

Proyek perumahan Subsidi “Karang Sentosa Village”, Cikarang yang dikembangkan oleh PT Kinarya Abadi Indonesia, salah satu anggota Apersi

Properti : Pandemi Covid-19 memberi pukulan yang cukup telak pada sektor bisnis properti saat ini.  Meski awalnya covid itu tidak terlalu berpengaruh pada rumah subsidi, namun kini mulai merasakan dampaknya.  Bahkan memasuki tahun kedua pandemi covid ini, permintaan rumah subsidi mengalami penurunan.

Pasalnya, program penyediaan perumahan di Indonesia masih menjadi prioritas pemerintah pada tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya, karena rumah subsidi dapat menggerakan lebih banyak komponen industri perumahan selain untuk konstruksi perumahan itu sendiri.

Untuk itu, sebagai asosiasi pengembang Apersi akan terus mencari terobosan-terobosan baru agar industri rumah rakyat ini bisa berjalan ditengah pandemi Covid-19 ini.

Terkait dengan aturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh para pemangku kebijakan, baik dari kementerian, perbankan serta pemerintah daerah. Apersi sebagai organisasi pengembang perumahan terus berupaya untuk mensinergikan, sinkronisasikan  dan harmonisasikan berbagai kebijakan tersebut. Sehingga dapat mewujudkan apa yang menjadi target bersama.

Menanggapi pencanangan gerakan bangun perumahan bersubsidi berkualitas oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua Umum Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Junaidi Abdillah menegaskan apa yang dilakukan kementerian PUPR  sudah sesuai dengan semangat visi dan misi Apersi dalam membangun perumahan bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Dengan membangun hunian yang berkualitas, tentunya akan memberi manfaat bagi masyarakat, bagi pengembang, maupun bagi pemerintah sebagai wujud bakti kita kepada masyarakat, bangsa dan negara berdasar UUD 1945 Pasal 28.  Dengan kualitas bangunan yang baik artinya sudah membangun kualitas bangsa ini secara keseluruhan,” ujar Junaidi.

Junaidi Abdillah Ketua Umum Apersi

Mengenai regulasi yang ada terkait pembangunan rumah subsidi, yang terbaru adalah aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (siPetruk). Junaidi menegaskan, selama itu mengakomodir kepentingan dari para pihak dan para mitra, Apersi akan mensupport produk tersebut.

Namun demikian, diakui Junaidi akan ada kendala dalam penerapannya terkait geografis dan tantangan membangun rumah subsidi di daerah. Karena itu, Apersi berharap agar syarat dan ketentuan yang ada dalam aplikasi yang ditawarkan  tidak menjadi hambatan.

“Perlu di ingat, kalau bicara soal Sipetruk, ini juga berarti mengenai fisik pembangunan rumah. Dimana PPDPP juga harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti kultur kearifan lokal dan kontur tanah serta infrastruktur. Karena Indonesia ini, mempunyai kontur tanah yang berbeda-beda disetiap daerahnya. Jadi tidak bisa disamaratakan. Seperti misalnya di Kalimantan, hampir seluruh wilayah Kalimantan itu lahannya berupa rawa dan lahan gambut.

“inikan juga harus menjadi pertimbangan, kalau hal tersebut tidak memperhatikan tentunya akan menyulitkan. Disamping kondisi dan kesiapan pengembang juga berbeda-beda disetiap daerah,” pungkasnya.

Lebih jauh Junaidi mengatakan, hingga saat ini kita belum tahu isi daripada Sipetruk. Ini yang perlu disosialisasikan, minimal kepada asosiasi pengembang. “Biar bagaimana juga, pengembang sebagai mitra pemerintah dalam program pengadaan rumah Subsidi (MBR) dan sekaligus sebagai eksekutor lapangan,”ucarnya.

PPDPP yang akan mengeluarkan SiPetruk selain berorientasi kepada pembangunan rumah MBR yang berkualitas juga harus berbanding lurus dengan mekanisme kemudahan pencairan akad KPR-nya. Duduk bersama antar mitra menjadi sangat penting untuk di bahas detail tentang rencana SiPetruk agar supaya aturan yang sudah ditetapkan dalam realisasi agar tidak berat sebelah, serta menimbulkan masalah. “Hindari mengeluarkan aturan hanya berdasarkan coba-coba ini akan mempengaruhi kinerja dari para pengembang,” harap Junaidi.

Untuk itu, Apersi akan tetap memposisikan diri sebagai penyeimbang dengan memberikan masukan-masukan. Dengan begitu produk yang akan dikeluarkan itu tetap bisa dilaksanakan dengan baik. “Itu yang menjadi harapan kita. Karenanya siPetruk harus bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan memudahkan bagi para pengembang, jadi pasti kita dukung,” tutupnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.